Home / Tak Berkategori / KOLABORASI LABORATORIUM AKTOR BOGOR X TEATER MASAGI

KOLABORASI LABORATORIUM AKTOR BOGOR X TEATER MASAGI

Fakultas Keguruan dan Ilmu PendIdikan Universitas Pakuan khususnya program studi pendidikan bahasa indonesia  setiap tahun menggelar  pertunjukan teater yang diperankan oleh mahasiswa pendidikan bahasa indonesia itu sendiri. Salah satunya adalah pertunjukan teater ” Rahwana-Sinta “. Pada tanggal 2 Oktober 2019 di Kemuning Gading Bogor Pentas Rahwana-Sinta dimulai. Teater Rahwana-Sinta ini diperankan oleh LAB (Laboratorium Aktor Bogor) berkolaborasi dengan Teater masagi. Rahwana-Sinta bisa disebut juga Rahwana Ameng. Ameng itu apa ya? Apa kalian tahu? Ameng itu artinya dalam bahasa sunda ulin atau main. Ameng juga bisa menyambangi suatu tempat dalam rangka urusan santai. Letak yang menarik disini, konteks ini yang kemudian dilemparkan sebagai wacana oleh Laboratorium Aktor Bogor (LAB) ketika mementaskan naskah Rahwana-Sinta karya Ocky Sandi. “Di Perjalanan Ini kami menghadapi berbagai jenis panggung, penonton, termasuk kebiasaan mereka dalam mengapresiasi pertunjukan” ujar Tim Dramaturg LAB.

Jadi sebelum pentas teater ini dimulai, ada berbagai proses yang cukup lama dan cukup membuat penasaran dalam ceritanya. Tim Dramaturg LAB pun mengatakan ” Rahwana yang saya kenal selama fase ini adalah Rahwana yang penuh amarah. Penuh pertanyaan yang dilontarkan, berapi-api dan melontarkan orasi-orasi yang keras. Di fase ini pula kami melakukan bongkar pasang Sinta, dengan berbagai karakter pemainnya dan juga perubahan gaya- gaya pemanggungan hingga yang terakhir di Lombok, panggung catwalk “. Sedikit akan di paparkan tentang teater ini bahwa, ” Karakter Rahwana yang di beberapa edisi sebelumnya terlihat marah dan pilu dengan kondisi batinnya yang meradang oleh kebakuan plot di dalam epos Ramayana, kini mulai terlihat lebih ‘ dewasa ‘. Plot Rahwana-Sinta yang sebelumnya hanya berani mempertanyakan perkara posisi Rahwana dalam kisah aslinya termasuk hasil akhir kisahnya yang harus digempur oleh Rama dan pasuka Hanoman kini mulai berani mengutak-atik kisah itu sendiri “.

Inilah Ameng, dimana teks baku itu sendiri ternyata masih memiliki fleksibilitas untuk ditafsir di atas panggung. Teks panggung bukanlah karya sastra yang hanya selesai dibaca, teks panggung memiliki keberanian untuk mengeksekusi langsung imajinasi kreatornya dan bahkan juga melemparkan wacana itu untuk dieksekusi bersama penontonnya. Penonton sangat menyaksikan dan menikmati sekali pertunjukan teater ini.

Teater Rahwana-Sinta ini sekilas memang akan terasa parsial (keseluruhan), akan tetapi, metode ini berusaha untuk menjawab gagasan zaman yang ada, dimana isu yang berkembang adalah isu yang sektorak dan parsial, yang umum berputar di kalangan generasi muda sekarang. Isu yang parsial ini kemudian dipecah dahulu untuk bisa dimamah secara sempurna oleh penonton, lalu kemudian gagasan dikembangkan dan disusun kembali secara utuh. Prinsip Ameng bukanlah sekedar bermain-main dan berandai-andai lalu menciptakan sesuatu yang semu.

Metode ini justru berangkat dari pertanyaan-pertanyaan logis yang ingin coba dieksplorasi lebih dalam untuk melahirkan pemaknaan baru, atau setidaknya pertanyaan yang akan dijadikan bahan studi bersama. Penghadiran tokoh Rahwana yang lebih ‘ dewasa ‘ – yang tidak hanya murka, tetapi juga memberikan pertanyaan-pertanyaan logis yang bisa dijadikan dialektika baru dan juga peran sinta yang memberikan ketegasan karakter dirinya bukanlah sekedar ingin terlihat berbeda dari edisi sebelumya. Justru sebaliknya, pertujukan ini ingin mengajak penonton untuk melihat kisah ini dari berbagai macam sudut pandang mereka dari perkara subjektif maupun objektif. Ada salah satu penonton yang menilai bahwa ” Ketika saya menonton teater pasti selalu ada pesan yang diambil, tetapi saat saya menonton teater Rahwana-sinta saya tidak mengambil pesan apapun mungkin karena keasikan nonton dan menikmati ceritanya yang penuh mengundang tawa jadi saya tidak ambil pesan di dalamnya “.

Dari banyak nya penonton mungkin beberapa di antara mereka ada yang mendapatkan nilai tersendiri dan dapat mengambil pesan dari kisah tersebut. Dan ada pula beberapa penonton yang hanya menikmati saja. Pentas teater Rahwana-Sinta ini menjadi moment silaturahmi dan penawaran metode Ameng yang dirumuskan dari kerja Laboratorium Aktor Bogor ( LAB ).

 

Isti Dewi Ambarini

 

Komentar

About kilas bogor

Check Also

Sidekah Bumi di Gunung Putri, Sekjen Pamong Budaya Bogor Apresiasi Panitia

BOGOR,-Pagelaran seni budaya bertajuk ‘Sidekah Bumi’ dilaksanakan oleh warga masyarakat diinisiasi oleh Karang Taruna di ...

Translate »