Home / Sastra / Empat Tahun Berkarya ; Sarjana di Tepian Baskom Bakal Hadirkan Sosok Tegar dan Daaris.

Empat Tahun Berkarya ; Sarjana di Tepian Baskom Bakal Hadirkan Sosok Tegar dan Daaris.

Memperingati EMPAT  tahun berkarya. Wildan F Mubarock, penulis sarjana di tepian baskom bakal kasih surprise bagi pembaca kisah Tegar, Daaris dan Wildan. Dijumpai di rumah baca sang pembelajar. Wildan yang juga dosen di Universitas Pakuan mengaku sedang mempersiapkan Launcing novel Sarjana di Tepian Baskom di bulan Desember. Acara yang bertajuk. Wildan, Penulis yang Bercita-cita jadi Hokage bakal menghadirkan beberapa tokoh yang berperan penting  dalam karier kepenulisan Wildan. Tak hanya itu, Sarjana di Tepian Baskom akan hadir dengan cover  baru dan tentu saja dengan bab tambahan. Dan yang paling special pembaca bakal dipertemukan dengan sosok Tegar dan Daaris. Siapa meraka? Penasaran bukan? Launcing pula nantinya akan dimanjakan dengan penampilan -penampilan pembacaan puisi dan musikalisasi puisi.

Wildan yang kini sedang sibuk dengan Program  Wildan Writing Center mengaku bahagia jika sarjana di tepian baskom menjadi salah satu bacaan generasi milenia. Khususnya mahasiswa. Mahasiswa harus rajin membaca dan menjadikannya sebagai kegemaran. Baca novel itu sebagai upaya merangsang belahan otak kanan. Tegas Wildan

 

Sarjana di tepian baskom sendiri berkisah tentang dua tokoh utama yang memiliki kecerdasan dan minta yang berbeda meski sama sama kuliah sebagai calon guru. Tak hanya itu, kisah yang dibalut dengan kritik mengena bagi dunia pendidikan ini juga menyeliptkan banyak nilai moral bagi pembacanya. Berikut tanggapan pembaca Sarjana di Tepian Baskom.

 

 

Jleb!

Terasa ditonjok-jonjok saat membacanya. Sedih, haru, dan

tersadarkan. Banyak hikmah, pelajaran, dan nilai-nilai sebagai guru yang saya ambil dari buku ini.

(Ade Ebitri Fariani, Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris)

 

 

Novel ini mengangkat kisah sederhana namun menarik untuk diceritakan, kisahnya terkesan apa adanya, tidak begitu sarat akan konflik namun layak dibaca, kisah yang ringan namun banyak pelajaran yang dapat diambil pembaca. Terkadang masyarakat Indonesia memang butuh bahan bacaan seperti ini. Kisahnya ringan namun realistis. Karena saat ini banyak karya pembodohan yang membubuhi banyak konflik namun menjadi terlalu rumit dan sebetulnya tidak penting. Kemudian penulis dapat menggarap novel ini dengan bahasa sastra yang

sedikit nyeleneh namun apik.

(Pipit Latipah,

Mahasiswa PB. Inggris di Universitas Pakuan)

 

 

Judul yang meneror dan kemasan membahasakan diri yang mengalir akan menjelaskan bahwa seorang pengarang sudah berada di jalan yang benar sebagai kreator, dan sahabat Wildan F. Mubarock, di antara perjalanan bernapas, akan mampu memberi napas baru pengucapan, ihwal karya yang bukan sebatas menyampaikan gagasan, tetapi juga kritik, renungan, atau bahkan ―main-main‖. Ihwal siapa kita, mau ke mana kita di tengah identitas diri yang selalu gamang. Pesan inilah yang

harus kita baca dan telaah dari seorang Wildan F. Mubarock.

Sip.

(Dadan Suwarna, Penulis buku trik menulis)

 

 

Komentar

About kilas bogor

Check Also

STUDI TEATER DUADUA dengan naskah “SITI JENAR” karya Vredi Kasta Marta

“Manunggaling kawula gusti adalah damai, di luarnya adalah kegelisahan. Manusia dan Tuhan adalah dua tetapi ...

Translate »